ILMU
KELAUTAN UNIVERSITAS BENGKULU
Nama : Emiliya Mega Firoza
NPM : E1I017064
Dosen
Pengampu : Dr. Yar Johan, S.Pi., M.Si
Mata
kuliah : Widya Selam
Quis : ke-1
Skin
Diving merupakan teknik selam dasar yang mutlak dan wajib
yang harus dipelajari dengan baik dan benar sebelum menjadi seorang penyelam
tingkat SCUBA.
Kegiatan yang dilakukan
oleh seorang SNORKELER DIVER disebut SNORKELING.
Teknik Renang
Menggunakan Fin
Ø Gerakkan mulai
dari pangkalpaha
Ø Tidak mengayuh
sepeda
Ø Tangan tetap di
belakang
Ø Tubuh lurus
kedepan (stream line)
Ø Coba dengan gaya
punggung untuk melatih kaki dengan benar
Ø Sudut pandang
saat renang dengan melihat ke permukaan dan ke kedalaman
Mask Clearing
Ø Mendongak ke
atas dengan sudut pandang 45 derajat
Ø Pegang bagian
atas masker
Mask
(Masker)
Ø
Oleskan
sedikit cairan anti fog/sampo bayi pada bagian kaca mask bagian dalam untuk
mencegah kaca mask berembun lalu bilas dengan air sedikit
Ø
Kendurkan
tali ikat/strap dengan membuka buckle untuk memudahkan dalam pemakaian di wajah
Ø
Pastikan
saat memakai mask tidak ada rambut yang masuk ke dalam mask agar tidak ada air
yang masuk ke dalam mask
Snorkel
Ø
Cek
selaput silikon pada valve di bagian bawah dalam keadaan utuh atau sobek. Hal
ini berkaitan dengan masuknya air ke dalam snorkel jika selaput silikon
mengalami sobek walaupun sedikit.
Ø
Cek
mouthpiece apakah sobek atau tidak untuk memberikan kenyamanan pada saat
bernafas dengan mulut
Fins
Ø
Jika
menggunakan fins jenis full foot perhatikan apakah ukuran fins sudah sesuai
dengan ukuran kaki pemakai. Fins yang tidak sesuai menyebabkan ketidaknyamanan
pada saat melakukan skin diving bahkan bisa mengakibatkan kram pada kaki
Ø
Tekuk
ke arah luar foot pocket pada bagian tumit untuk memudahkan dalam pemakaian
Ø Jika menggunakan fins jenis open
heel kendurkan atau buka buckle strap terlebih dahulu untuk memudahkan dalam
pemakaian
Ø
Gunakan
booties atau socks untuk menghindari luka akibat gesekan kulit dengan silikon
foot pocket (karet kantung kaki) maupun benda tajam yang masuk ke dalam foot
pocket
Orientasi
Ø
Sebelum
memulai kegiatan snorkeling ada baiknya melakukan adaptasi nafas dengan
berpegangan pada badan kapal kemudian membiasakan bernafas dengan snorkel.
Ø
Simulasikan
juga ketika air masuk ke dalam snorkel dan lakukan snorkel clearing (snorkel clearing
akan dijelaskan pada bab berikutnya).
Ø Jika tersedak dan mengalami
batuk, usahakan tidak panik dan batuk sekeras-kerasnya dalam sekali waktu serta
hembuskan udara untuk melakukan snorkel celaring.
Snorkel
clearing
Snorkel
clearing adalah
cara untuk menguras snorkel yang terisi air dengan menghembuskan udara ke dalam
snorkel melalui tekanan yang kuat. Ada dua cara melakukan snorkel clearing
yaitu :
Ø Popping : Cara ini merupakan cara
yang umum dan paling mudah dilakukan untuk menghilangkan air dalam snorkel.
Caranya yaitu menghembuskan udara ke dalam snorkel sekuat-kuatnya sehingga air
dalam snorkel dapat keluar melalui valve.
Ø Water Displacing Method : Cara
snorkel clearing dengan metode ini sangat membantu, karena tidak perlu meniup
udara dengan keras. Pada saat snorkel terisi air, tengadahkan kepala sehingga
ujung snorkel mengarah ke bawah dan hembuskan udara secara perlahan-lahan.
Water
Trappen
Water trappen adalah teknik
mengapung di permukaan air. Treading berguna ketika bouyancy vest yang digunakan
penyelam rusak dan tidak bisa memberikan daya apung positif, maka dengan
treading penyelam tetap bisa berada di permukaan sampai kapal atau pertolongan
datang. Teknik melakukan treading yaitu atur nafas supaya tidak terburu-buru,
kemudian kayuh dengan tangan dan kaki secara bergantian agar penyelam tidak
cepat kehabisan energi. Pengaturan nafas berguna supaya paru-paru tetap terisi
udara dan menjadi pelampung alami bagi tubuh penyelam. Sementara kayuhan kaki
dan tangan secara bergantian berguna sebagai alat agar tubuh penyelam tetap
berada di permukaan dan tidak tenggelam.
Floating
Floating secara pengertian sama
dengan treading/water trappen yakni teknik atau kemampuan untuk
mengambang/mengapung di permukaan air. Bedanya terletak pada gerakan yang
dilakukan. Floating lebih bersifat statis beda dengan treading yang lebih
dinamis karena adanya gerakan tangan dan kaki yang membantu tubuh tetap berada
di permukaan air. Floating praktis hanya mengandalkan kemampuan mengolah
pernafasan dari diri penyelam.
Cara
melakukannya yaitu :
- dengan membaringkan tubuh
menghadap ke atas
- kemudian mulai mengatur dan
mengolah nafas sehingga paru-paru berfungsi penuh sebagai pelampung alami.
- Teknik mengatur nafas yang biasa
digunakan ketika floating yakni dua kali tarikan nafas kemudian hembuskan satu
kali secara terus menerus dan perlahan-lahan. Keberhasilan teknik floating juga
dipengaruhi oleh tubuh penyelam apakah memiliki bouyancy positif atau negatif
karena masing-masing tubuh memiliki kemampuan bouyancy yang berbeda.
Apnea
Apnea merupakan teknik berenang
di bawah permuakaan air. Apnea dapat diawali dengan gerakan skin dive dan dapat
dikombinasikan dengan gerakan fins swimming di bawah permukaan air. Cara
melakukan apnea cukup tarik nafas panjang kemudian turun ke bawah permukaan air
atau menggunakan teknik skin diving kemudian berenang dengan gaya fins swimming.
Entry
Ø
Standing
Front Entry/Giant Stride Entry
Cara masuk ke dalam air dengan
cara berdiri di tepian badan kapal atau dermaga. Kemudian langkahkan kaki
selebar mungkin (giant step) tanpa adanya gerakan melompat sambil salah satu
tangan memegang masker dan snorkel. Biarkan kaki tetap terentang hingga
menyentuh air. Setelah menyentuh air kaki dirapatkan kembali untuk menjaga
posisi badan penyelam tetap di permukaan air.
Ø
Sitting
Front Entry
Cara masuk ke air diawali dengan
posisi duduk, kemudian biarkan fins berjuntai keluar dan posisikan tangan
disalah satu sisi. Berputar dan masuk ke dalam air dengan memberikan tolakan
agar badan penyelam terhindar dari benturan dengan bagian yang dijadikan tempat
entry.
Ø
Back
Roll Entry
Jika akan masuk ke air melalui
kapal, maka back roll entry merupakan cara yang paling mudah. Caranya dengan
memposisikan badan duduk di pinggir perahu. Tekuk kaki hingga lutut menyentuh
dada sambil salah satu tangan memegang mask dan snorkel. Lalu gulingkan badan ke
belakang tanpa ragu.
Ø
Front
Roll Entry
Kebalikan dari back roll entry
yaitu front roll entry. Cara masuk ke air diawali dengan posisi badan
membungkuk sampai kepala menyentuh lutut sambil salah satu tangan memegang
masker dan snorkel. Posisi kaki lurus dan rapat, kemudian gulingkan badan lurus
ke depan tanpa ragu. Pastikan tangan menghadap ke atas ketika akan muncul ke
permukaan untuk menghindari benturan dengan benda yang ada di atas penyelam.
Equalizing
Equalizing merupakan cara untuk
menyamakan tekanan di telinga dengan tekanan air di sekitar lingkungan
penyelam.
cara
equalizing yang biasa diterapkan oleh beberapa penyelam, yaitu :
Ø
Menutup
hidup melalui pocket nose pada mask kemudian meniupkan udara ke dalam saluran
Eustachius dari tenggorokan hingga terasa seperti ada katup yang terbuka pada
bagian telinga. Ketika sudah seperti itu maka tekanan yang ada pada bagian
tengah telinga sudah sama dengan tekanan air di luar tubuh penyelam.
Teknik fins swimming yang perlu dipelajari agar
kegiatan snorkeling dapat berjalan aman yaitu :
Ø Frog Kick Style (Gaya Katak)
Merupakan teknik berenang dengan
fins yang paling mudah dilakukan ketika skin dive/snorkeling selain flattern
style. Teknik frog kick sama dengan flattern juga sering digunakan dalam
olaraga renang pada umumnya yang dikenal dengan gaya dada/katak. Bedanya juga
terletak pada posisi tangan yang tidak digerakkan di depan wajah atau di
samping badan.
Cara melakukan teknik frog kick
style yaitu :
-
Merapatkan
kedua kaki lalu tekuk kedua lutut
-
Kemudian
bentangkan kedua kaki dan dorong ke belakang dengan sekuat tenaga. Ketika akan
melakukan dorongan ke belakang,
-
telapak
kaki dimiringkan sedikit ke arah dalam agar fins mampu memberikan efek dorongan
yang maksimal.
Ø Flutter Kick Style (Gaya Bebas)
Merupakan teknik berenang dengan
fins yang sama dengan gaya bebas dalam olahraga renang pada umumnya. Selain itu
teknik ini merupakan teknik yang umum dapat mudah dilakukan ketika melakukan
skin dive/snorkeling. Perbedaannya terletak pada posisi tangan yang mana jika
pada olahraga renang biasa tangan ikut digerakkan seperti mengayuh, maka ketika
melakukannya dengan fins tangan tidak perlu lagi digerakkan/diam di depan wajah
atau disamping tubuh penyelam.
Cara melakukan gerakan flutter
yaitu :
-
luruskan
kaki dari pangkal paha hingga telapak kaki,
-
kemudian
gerakkan secara teratur ke atas dan ke bawah.
-
Untuk
permulaan bisa latihan di pinggir kolam atau kapal sambil berpegangan. Ketika
sudah terbiasa bisa mulai berkeliling untuk menyesuaikan besaran tenaga yang
diperlukan dalam sekali kayuhan.
Ø Dolphin Kick Style (Gaya
Lumba-lumba)
Merupakan teknik yang cukup sulit
dilakukan karena memerlukan kelenturan tubuh penyelam dan intensitas latihan
yang cukup sering. Akan tetapi gerakan dolphin terbilang merupakan gerakan yang
cukup efektif dalam kegiatan skin dive/snorkeling terutama ketika melakukan
apnea atau berenang di bawah permukaan air dengan satu tarikan nafas.
Cara melakukan gerakan dolphin
yaitu :
Merapatkan kedua kaki kemudian
gerakkan ke bawah dan ke atas secara bersama-sama yang diikuti gerak tubuh dari
pinggang sampai kepala. Semua anggota badan digerakkan dengan cara yang lentur
dan tidak kaku. Bentuk akhir gerakan dolphin membuat badan penyelam seperti
lumba-lumba yang sedang berenang.
DAFTAR PUSTAKA
Clinchy, Richard A. : Glen Egstrom, Lou Fead (1992) Jepesen’s Open Water Sport Diver Manual. Jones & Bartlett Publisher’s.PADI
#Ilmukelautan
#Universitasbengkulu
DAFTAR PUSTAKA
Clinchy, Richard A. : Glen Egstrom, Lou Fead (1992) Jepesen’s Open Water Sport Diver Manual. Jones & Bartlett Publisher’s.PADI
#Ilmukelautan
#Universitasbengkulu












Komentar
Posting Komentar